Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Menahun Namun Menyakitkan

Gambar
Unsplash/Noah Silliman Kasim tidak bisa membohongi perasaannya sendiri, semakin lama hari terus berganti, semakin kuat pula ia menyadari suara hatinya. Betapa menyedihkan mesti menelan kenyataan kalau sosok bapaknya sendiri sudah menghilang sepenuhnya. Wajah sang bapak mulai kabur di ingatan, suaranya samar-samar di telinga, baunya tak lagi bisa dihirup. Mulanya dia punya tekad jika belenggu itu dapat teratasi seiring berjalannya waktu, berusaha berdamai dengan kenyataan, kendati layaknya meminum obat yang tidak memanjakan lidah, namun hal-hal tersebut tetap dijalankan, tertatih-tatih, dan sering kali meneteskan air mata. Ada perasaan yang tak kelar pada diri Kasim, memang dirinya tidak mencoba berusaha untuk menuntaskan itu, atau bisa jadi ia tak mengerti apa yang harus dilakukan dan bagaimana memulainya, akibatnya gangguan itu terus membayang-banyangi keseharian Kasim. Kini tekadnya mulai luntur, Kasim berpikir rasa menyakitkan kehilangan sosok bapaknya mungkin tidak akan perna...

Kini Sudah Punya 3 Anak

Gambar
(pinterest/drunkbats) Sobri tidak pernah membayangkan untuk memiliki anak, sejak lama dirinya sudah melayangkan sebuah deklarasi di mana memantapkan tekad tak mau punya keturunan. Meski begitu, ada kalanya dia mengakui hal yang justru kebalikan, yakni tidak akan berpaling muka ketika ada anak terlantar khususnya jika berada di depan halaman rumahnya, sendirian, kelaparan, atau bahkan tampak tak berdaya, maka Sobri bakal mengadopsinya. Awalnya ia berpikir hal tersebut mungkin tak akan terjadi, namun setelah menikah ternyata ada anak terlantar dengat syarat untuk diadopsi muncul persis di depan rumahnya. Bermula sekadar memberikan makan dan minum selama beberapa hari, anak dekil, lusuh, dan bau itu, datang dan pergi ke rumah Sobri. Setiap berkunjung, dirinya selalu mempertanyakan beberapa hal: siapa namamu? di mana orang tuamu? di mana kamu tinggal? Namun, bocah berkelamin laki-laki tersebut tidak pernah menjawab, cuma menunjukkan muka melas, mata berbinar, seolah menginginkan belas ...