(pinterest/drunkbats) Sobri tidak pernah membayangkan untuk memiliki anak, sejak lama dirinya sudah melayangkan sebuah deklarasi di mana memantapkan tekad tak mau punya keturunan. Meski begitu, ada kalanya dia mengakui hal yang justru kebalikan, yakni tidak akan berpaling muka ketika ada anak terlantar khususnya jika berada di depan halaman rumahnya, sendirian, kelaparan, atau bahkan tampak tak berdaya, maka Sobri bakal mengadopsinya. Awalnya ia berpikir hal tersebut mungkin tak akan terjadi, namun setelah menikah ternyata ada anak terlantar dengat syarat untuk diadopsi muncul persis di depan rumahnya. Bermula sekadar memberikan makan dan minum selama beberapa hari, anak dekil, lusuh, dan bau itu, datang dan pergi ke rumah Sobri. Setiap berkunjung, dirinya selalu mempertanyakan beberapa hal: siapa namamu? di mana orang tuamu? di mana kamu tinggal? Namun, bocah berkelamin laki-laki tersebut tidak pernah menjawab, cuma menunjukkan muka melas, mata berbinar, seolah menginginkan belas ...