Postingan

Bapak Jadilah Gemuk Kembali

Gambar
Sony selalu mengakui bahwa dirinya memang tidak bisa ngobrol layaknya teman pada orang tuanya entah apa sikap seperti ini bisa tumbuh pada dirinya, Sony terkadang iri pada teman-temannya karena mereka busa membuat Ibunya tertawa, memeluk Bapaknya, mencium pipi kedua orang tuanya.   Sony sangat benci perasaan takut kehilangan seseorang dalam hidupnya, bagi Sony perasaan ini sangat menyiksa, membuat hatimu sakit, kakimu akan gemetar, kau akan merasakan ingus yang mengumpul akan tumpah, air mata akan meluap.              Sony sanga t terkejut, si Bapak akhirnya sakit, jatuh sakit tepat di depan matanya sendiri. Sepulang kerja si Bapak duduk diam di kursi, matanya tertutup, tubuhnya dingin. Selama ini Sony tak pernah mempersiapkan diri, melupakan kenyataan bahwa suatu saat nanti Bapak akan jatuh sakit juga, akan pergi meninggalkan dirinya. Bapak akhirnya dibawa ke rumah sakit, Bapak dirawat, Sony hanya bisa memb...

Yang Kubutuhkan Bukan Rasa Kasihan Tapi Hidup Layak

Gambar
Tarmin bukanlah seorang anak muda yang bisa menikmati kemewahan barang-barang yang dimiliki banyak orang, ini bukan persoalan takdir baginya, bukan persoalan kurang beruntungnya sebuah hidup, Tarmin menyimpulkan ini karena ada sebagian kecil orang rakus yang bahkan mencuri jatah sesuap nasinya. Tarmin kecil memang sudah kenyang dengan perihnya menahan lapar, keringnya tenggorokan menahan haus, menahan rasa lengket badan karena air pompa yang kian mengering. Tarmin sekarang bagai orang yang mampu hidup ditengah padang pasir, wajahnya yang kusam sudah menunjukan kengerian kisah pilu. Tak jarang teman-temannya memandang dengan rasa kasihan, namun Tarmin tegas mengingatkan: "Jangan pernah memandang diriku dengan rasa kasihan, kasihanilah mereka yang miskin hati memandang orang dengan rasa kasihan, apakah kamu sudah merasa lebih bahagia dariku?" Mereka (teman-temannya) ada yang berpikir Tarmin orang yang sombong, ada yang berpikir Tarmin orang yang tak tahu diri, ...

Aku Akan Ke Pasar Dengan Pertimbangan

Gambar
Fajar menyingsing dan untungnya ini adalah musim panas jadi pasar ini tidak becek. Begitulah pikiran yang ada didalam kepala Hadi, anak muda metropolitan yang alergi dengan pasar tradisonal. Selama bertahun-tahun tumbuh besar baru kali ini Ia datang mengunjungi pasar, baginya pasar bukanlah tempat yang layak untuk dikunjungi, disana penuh dengan orang yang berpakaian seadanya, keadaan yang bau, panas dan becek. Cerita lama memang bagi anak muda seperti Hadi untuk tidak berkunjung ke pasar tradisional. Namun dengan penuh pertimbangan Hadi mau berkunjung ke pasar karena disuruh oleh Ibunya dan itu mendesak. Hadi memperhitungkan kesemuanya, mulai dari cuaca, hari, kondisi, sampai pada pakaian yang akan digunakan Ia pikirkan. Sumber Istimewa Hadi berkunjung ke pasar untuk membeli kelapa parut karena Ibunya sedang membuat kue sebagai cemilan di pagi hari unutk Ayahnya. Ibunya heran, akhirnya Hadi mau pergi ke pasar, namun bagi Hadi ini bukan perkara seorang anak yang menuruti...