Postingan

Pemerintah Loyo Atasi Polusi Udara Membunuhmu!

Gambar
Foto: Istimewa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (02/5) lalu, merilis hasil studi mengenai polusi udara di dunia, haslinya cukup mengejutkan; 90 persen orang di planet Bumi menghirup udara yang mengandung tingkat polutan yang tinggi dan mampu membunuh tujuh juta orang setiap tahunnya. Laporan tersebut menjelaskan, mayoritas kematian karena buruknya kualitas udara terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, khususnya di Asia dan Afrika. Dalam sebuah peryataan, kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengutarakan bahwa polusi udara adalah ancaman bagi kita semua, namun orang-orang termiskin dan terpinggirkan justru menanggung beban yang paling berat. Menurut Ghebreyesus, lebih dari 3 miliar orang yang didominasi perempuan dan anak-anak, masih mengirup asap mematikan dari penggunaan tungku dan bahan bakar yang mencemari rumah mereka setiap hari, mengingat polusi udara adalah 'kunci' yang bisa mengakibatkan stroke, kanker, paru-paru, penyakit jantung, ...

Bob Marley, Pram dan Suara Pembebasan

Gambar
Bob Marley dan Pram sudah menyadarkan kita, dunia hari ini sunyi akan suara-suara untuk masyarakat tertindas. Praktis dalam bingkai kehidupan seperti ini banyak orang tidak lagi peduli dengan nasib orang banyak, kita lebih memilih hidup bergelimpang harta dari pada saling berbagi satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan. Orang tidak lagi memilik prinsip dalam dirinya, menjadikan mereka sangat pragmatis, berusaha sebisa mungkin bertahan dalam zona nyaman, tidak miskin dan tidak juga menolong yang miskin. Sekarang berbicara soal kemiskinan dianggap sebuah kemunafikan dan uang sudah menjadi tolak ukur kebahagiaan. Inilah kapitalisme, bagi Albert Einstein dalam tulisannya “Why Socialism?” ini merupakan gambaran dari seseorang yang telah berjuang keras namun sia-sia untuk memperoleh keseimbangan dalam dirinya sendiri dan kurang lebih menjadi putus asa. Ini merupakan ekspresi dari kesendirian yang menyedihkan dan terasing dari masyarakat banyak yang saat ini sedang menderita. Harus dia...

Melihat Dunia Layaknya Seorang Anak

Gambar
Sumber: phillyvoice.com Aurora tentu sangat sadar, dunia sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Bencana alam, kemiskinan, perang, teror, hampir di belahan dunia manapun telah terjadi. Siapa yang harus disalahkan? Kenapa semua ini terjadi? Sebenarnya apa yang sedang dia rasakan? Apa yang dipikirkan olehnya? Setiap orang bisa merasakan trauma ketika dirinya mengalami sebuah bencana, fisik ataupun batin akan terguncang. Ada seorang Ibu yang merasakan pedihnya kehilangan seorang anak karena terbunuh dalam ruang konflik, ada sang Ayah yang gelisah belum mendapatkan upah yang akan digunakan untuk membeli susu si anak. Aurora telah melihat itu, iya juga bisa merasakan itu. Hatinya terkadang sakit menghadapi kenyataan tersebut, tak jarang Aurora marah, berharap semua ini berakhir secepat mungkin. Dunia seperti ini begitu kejam, karena seorang anak akan merasakan hal sama bila semua ini tak berakhir. Dia selalu ingin kehidupan penuh kegembiraan, layaknya anak-anak bermain denga...